Wakil Rakyat seharusnya merakyat. Alangkah tidak terhormatnya, para wakil rakyat meRaja.

Wakil Rakyat seharusnya merakyat. Alangkah tidak terhormatnya, para wakil rakyat meRaja.

Tidak habis pikir, disaat mereka yang sedang menjadi sorotan rakyatnya semakin sibuk memikirkan eksklusifitas diri mereka sendiri. Terutama, disaat negara seharusnya terus memprioritaskan ‘basic need’ rakyatnya, dan bukan justru ‘wants’ para wakil rakyatnya.

Statement Budi Sukada kepada Jakarta Globe, 31 Agustus’10 perihal konsep renovasi pembangunan Gedung baru DPR:

–       “We know the lawmakers sit in meetings for hours, so they need facilities to get their bloods flowing.”  My Goodness.

Bagaimana dengan para petani kita yang pagi – siang – sore bekerja keras menanam padi, menuai (belum lagi hujan, panas terik, kekeringan yang seringkali menggagalkan panen).

Bagaimana dengan para pegawai pada level ujung tombak yang langsung melayani masyarakat, yang seringkali lembur untuk mengejar ‘target-target’ kebijakan politik daerahnya.

Benar kita harus menjunjung tinggi hukum. Namun faktanya di berbagai bidang, cenderung lebih banyak ketidakadilan output hukum yang dirasakan sebagian besar masyarakat. Apakah itu indikator ketidakberhasilan ‘the lawmakers’ yang lebih gigih meminta fasilitas daripada hasil kinerja profesionalitas mereka ?

–       “There is a bylaw stating that a building occupied by more than 500 people must provide public facilities and social facilities.”

Law yang mana ? hukum yang memihak siapa ? apakah salah satu hasil dari duduk berjam-jam yang menjadi alasan untuk membuat ‘fasilitas untuk rileksasi’ para anggota dewan itu karena telah bersusah payah membuat peraturan-peraturan bagi negara ini ?

Bagaimana dengan bangunan-bangunan sekolah yang pada umumnya di’huni’ oleh minimal 500 anak-anak, generasi penerus bangsa ? bahkan bangku sekolah pun seringkali kondisinya sangat memprihatinkan. Para dewan Yth, berkunjunglah ke pedalaman negeri ini, studi banding tidak perlu ke luar negeri yang ‘non sense’ hasilnya. Seringlah berkunjung ke daerah pelosok negeri kita tercinta ini, agar nurani anda terketuk dan genuinely memperjuangkan kebutuhan dasar sebagian besar rakyat kita.

–       He said “.. it was wrong to assume the pool or spa would be similar in appearance to those offered by five-star hotels, saying designers were seeking the functionality of facilities provided by hospitals “for health” reasons.

Come On!! Just unbelievable you said that, you don’t get the point don’t you? Or like a turtle.

Project pembangunan gedung ini mencapai Rp. 1.3 T, katakanlah hanya untuk fasilitas ekslusif bagi 692 orang (560 anggota DPR, 132 anggota DPD). Untuk rileksasi katanya. Pengorbanan 1.3 T tersebut apakah menjamin para anggota DPR membela kepentingan rakyat jelata ? caranya saja sudah ‘yang penting’ kenyamanan diri sendiri dulu, bagaimana mungkin bisa menjamin ‘kehidupan yang lebih baik’ bagi rakyat jelatanya. Jauh lebih baik dana tersebut dialokasikan pada kebutuhan dasar rakyat jelata.

Hanya satu yang kelihatannya mutlak harus diperbaharui, kursi para dewan bersidang ! ganti dengan kursi yang pantas untuk bersidang, sandaran yang cukup nyaman namun tegak layaknya kursi para pemangku amanah yang seharusnya penuh dengan karisma, gagah, tegap, professional.

Apakah worth it, 1.3 T hanya untuk tambahan dari sekian banyak fasilitas eksklusif bagi para anggota dewan Yth ? dimana faktanya, ada lebih dari 35 juta rakyat miskin yang jauh lebih membutuhkan ‘rileksasi’ terhadap sulitnya kehidupan di negara ini.

Semoga, kita termasuk generasi bangsa yang penuh kontribusi karya nyata membangun bangsa. Jauh dari sifat ‘lupa’ dan serakah. Amiin.

Posted with WordPress for BlackBerry.

One thought on “Wakil Rakyat seharusnya merakyat. Alangkah tidak terhormatnya, para wakil rakyat meRaja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s